Nama : Santo Aloysius Gonzaga
Peringatan : 21 Juni
Pelindung : Orang muda
BIODATA
Lahir : 9 Maret 1568 di Mantua, Italia
Orang tua : Ferrante de Gonzaga (ayah) dan Marta Tana (ibu)
Wafat : 21 Juni 1591 di Roma, Italia pada usia 23 tahun

MASA KECIL
Aloysius adalah anak sulung dari 8 bersaudara. Ia tumbuh di istana kerajaan dan kamp tentara. Semasa kecil, ia sering diajak oleh ayahnya untuk melihat latihan militer sebagai bentuk mengenal dunia militer. Ayah Aloysius ingin agar putra sulungnya ini mengikuti jejak sang ayah, yakni menjadi pahlawan militer.
Pada usia 7 tahun, Aloysius tertarik ke dalam dunia rohani yang mendalam. Ia tidak lagi mengutamakan kehidupan khas bangsawan, tetapi lebih kepada pemeliharaan hidup rohani. Ia mulai mengenal doa, mazmur-mazmur, dan bacaan orang kudus. Ia merasakan kebahagiaan yang sangat mendalam.
Seiring bertambahnya usia, Aloysius berjumpa dengan bapa pembimbing rohani yakni seorang imam Yesuit. Hal ini berbuah keputusan bahwa ia ingin menjadi seorang imam Yesuit. Ia berdoa di hadapan patung Bunda Maria dan membulatkan tekadnya untuk masuk seminari. Mendengar hal ini, ayah Aloysius menjadi marah karena Aloysius memilih jalan hidup imamat daripada meneruskan warisan keluarganya sebagai bangsawan. Namun pada akhirnya, ayahnya memberikan persetujuan pada Aloysius.
TELADAN
- Membantu orang miskin, sakit, dan menderita dengan penuh semangat.
- Belajar dari kehidupan orang-orang kudus melalui doa dan bacaan.
- Hidup doa dan Ekaristi yang mendalam.

SAAT AKHIR
Pada tahun 1591, terjadi bencana kelaparan di Italia. Aloysius yang saat itu telah menjadi seminaris ikut turun ke jalanan membantu orang-orang yang menjadi korban kelaparan. Ia mengangkat para pasien, merawat, dan memastikan keselamatan mereka. Namun, pada tanggal 3 Maret 1591, Aloysius tertular penyakit yang membuat dia menjadi lemah dan terbaring sakit.
Selama terbaring sakit, Aloysius tetap teguh berdoa dan memohon Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Pada malam hari, ia menghembuskan nafasnya di hadapan kedua imam yang mendampingi dirinya. Ia menyebut nama “Yesus” tepat sebelum wafat. Aloysius dimakamkan di gereja Santo Ignatius, Roma, Italia
Aloysius dibeatifikasi pada 19 Oktober 1605 oleh Paus Paulus V. Kemudian pada 31 Desember 1726, ia mendapat gelar “Santo” (Orang Kudus) oleh Paus Benediktus XIII. Santo Aloysius Gonzaga dikenal sebagai pelindung orang muda Katolik, murid, korban wabah.

