PAROKI KRISTUS RAJA, GENTENG-BANYUWANGI

Berdiri : 22 November 1970
Lokasi : Jln. Hasanudin No. 73, Genteng Wetan, Kabupaten Banyuwangi
Nama Pelindung : Kristus Raja
Romo Paroki : RD. Oktavianus Chandra Wijaya Lukito


Paroki Kristus Raja, Genteng, merupakan salah satu dari empat paroki dari dekenat Blambangan. Pada awalnya, paroki ini merupakan salah satu stasi dari Paroki St. Maria Ratu Para Rasul, Curahjati.

Ketika masih berupa stasi, umat wilayah Kecamatan Genteng mengikuti perayaan misa sebulan sekali. Perayaan tersebut masih menggunakan rumah salah seorang umat. Rumah tempat perayaan misa tersebut adalah rumah dari Ibu Hungudiyo.

Beliau bersama Ibu Surip merupakan umat Katolik pertama yang tinggal di Kecamatan Genteng.
Ketika masih menjadi stasi Genteng, umat memiliki kegiatan kelompok bersama. Umat membentuk Ikatan Warga Katolik (IWK) yang memiliki kegiatan doa bersama dan bergilir dari rumah ke rumah umat.

Selain itu, ada kegiatan ibadat sabda bersama serta perayaan Ekaristi sekali sebulan. Perayaan Ekaristi mulai diadakan di gedung sekolah dan dihadiri banyak umat dari stasi Genteng. Karena umat semakin berkembang, maka dibentuklah Dewan Paroki Genteng pada 5 Juli 1970.


Dewan ini bertanggung jawab untuk mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut peresmian Paroki Genteng yang sebentar lagi tercapai. Pada tanggal 22 November 1970, stasi Genteng dinyatakan menjadi paroki dan diresmikan oleh Mgr. AEJ. Albers, O.Carm dengan nama pelindung “Kristus Raja”.


Paroki Kristus Raja Genteng pada tahun 2018 mengadakan renovasi gedung gereja. Renovasi gedung gereja tersebut baru selesai dilaksanakan pada tahun 2019. Renovasi tersebut mengubah wajah gedung gereja. Gedung Gereja Kristus Raja Genteng pada saat ini menggunakan konsep gaya bangunan industrial.

Gereja Katolik Kristus Raja Genteng kemudian menjadi gedung gereja paling unik dan estetik di Kabupaten Banyuwangi.


FYI (For Your Information):

  1. Paroki Kristus Raja mendapatkan nama pelindung tepat sesuai Hari Raya Tuhan
    Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam pada tanggal 22 November.
  2. Bangunan gedung gereja yang memiliki konsep gaya industrial minimalis, termasuk daun pintu gereja yang unik karena menggunakan ukiran ayat Kitab Suci.

sumber gambar: https://asrinesia.com/gereja-katolik-paroki-kristus-raja-genteng/